Urban Play di Jakarta

Irwan Ahmett dan Tita Salina adalah seniman dan desainer tinggal di Jakarta, ibu kota Indonesia yang menjadi pusat dari segala sesuatu di negara ini. Kondisi tersebut telah menyebabkan Jakarta tumbuh tidak terkendali. Selain munculnya pembangunan, warga dihadapkan dengan pilihan yang sulit, mereka harus hidup dengan kepahitan karena masalah sosial dan lingkungan. Duo ini memilih untuk tetap tinggal dan menciptakan beberapa kegiatan yang merangsang kesadaran akan realitas tentang kota mereka dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari rencana mereka. Karena Jakarta tidak hanya milik penguasa yang ‘memainkan’ hukum dan orang-orang saja, tetapi esensi dari sebuah kota adalah miliki hak milik setiap individu untuk memberi makna pada ruang kotanya.
Bermain berfokus pada kota ‘stres’ Jakarta – dengan populasi 15 juta orang dan masalah-masalah sosial yang tinggi diperparah oleh kelemahan negara yang kesulitan dalam mengendalikan sistemnya sehingga jauh melebihi batas dari kapasitas maksimum dan kurangnya kesadaran warga negara untuk mempertahankan kota mereka dengan baik.

Urban Play merupakan serangkaian permainan yang bertujuan untuk menjelajahi kepekaan baru yang dialami oleh masyarakat luas, dengan cara interaksi melalui main-main dan improvisasi. Singkatnya, bertujuan untuk mengungkap sisi ‘lucu’ dari sebuah kota. Pencapain kreatif dikejar melalui video, kinerja fotografi, memanfaatkan situasi dan kondisi wilayah tertentu sebagai media utama yang direspon menjadi bentuk permainan.

Permainan di desain untuk menstimulasi kemampuan merekam dan mengolah ingatan kolektif, sehingga memfasilitasi transformasi suatu masalah menjadi serangkaian wacana baru. Dalam aktifitasnya warga diundang untuk mengamati bahkan mengambil bagian dan menafsirkan dengan cara-cara sederhana sehingga mereka dapat memainkan kembali secara langsung atau bahkan dengan komunitas mereka tanpa kehadiran inisiatornya.

sebarkan:
  • Print
  • PDF
  • email
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • RSS
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • LinkedIn
  • Ping.fm
  • Google Buzz

Sampaikan Komentar: