Irwan dan Tita bermain dengan limbah permen karet yang tampak menempel permanen, sulit dibersihkan. Lingkaran berwarna kehitaman tak beraturan berserakan menghiasi luasnya permukaan lantai dan jalanan ruang publik di kota-kota besar Belanda termasuk Den Haag. Melihat situasi tersebut, duo ini berinisiatif untuk menautkan setiap titik permen karet ke permen karet lainnya, menjadi rangkaian angka dan huruf dan menawarkan kepada publik untuk memecahkan teka-teki rangkaian tersebut. Untuk urusan permen karet yang menempel dilantai, ternyata Jakarta jauh lebih baik
.











