kota

Menyusun Huruf

Dari presentasi Urban Play Jakarta project di Sunderland University kami mendapatkan kehormatan melalui undangan teman baru; duo Irish yang sangat hangat. Mereka beraktifitas dan menjalankan artist inisiative di Bristol, kawasan yang penuh dengan gelora street art di sudut-sudut kotanya. Kunjungan kami selama satu minggu diisi dengan mengunjungi area publik yang unik, presentasi dan diskusi, lalu membuat satu hari workshop bersama partisipan dengan merespon ruang publik dan kawasan paling independen di UK, Stokes Croft.

Misi project kali ini adalah merespon sebuah kalimat inspiratif melalui interaksi tubuh, fasilitas dan object yang ditemukan di ruang publik. Permainan tanpa batas karena bisa dikembangkan oleh siapa saja dengan benda apa saja.

Diinjak Berbunyi

Irwan dan Tita membuat permainan dari trotoar yang rusak, suatu kondisi yang umum ditemukan di jalanan kota London. Dalam beberapa kondisi permukaan tersebut bisa membahayakan pejalan kaki. Dengan menempatkan ‘sound efek’ di dalamnya pejalan kaki menjadi peduli kepada situasi yang kurang baik tersebut atau mereka dapat meresakan kesenangan sejenak dengan memainkannya.

Urban Play Workshop di Bielska Biala, Polandia

Video ini adalah hasil workshop yang kita kerjakan di Bielsko-Biala, Polandia. Workshop selama 3 hari ini dilakukan di ruang publik untuk memberikan pengalaman dan makna baru terhadap kota ini. Peserta yang ikut adalah dari sebuah art secondary school di kota Bielsko-Biala. Bersama-sama kita melakukan proses brainstorming, merancang strategi, menciptakan permainan dan melakukan performance dengan cara yang sederhana dan melibatkan publik. Workshop singkat ini berjalan dengan baik karena kreativitas dan ‘fearless’ para peserta serta keterlibatan publik didalamnya.

Lubang di Holland

Vandalisme seperti virus yang sulit diberantas pelakunya menyerang sudut-sudut kota, di setiap ada potensial wilayah mereka secara diam-diam (illegal) dibuat, untuk menandakan identitas, teritorial atau sekedar keisengan absurd semata. Tindakan pelaku dengan membakar atau melubangi dinding acrylic yang banyak ditemukan di halte-halte tram kota Den Haag dibalas dengan ‘keisengan’ Irwan dan Tita dengan membuat fungsi baru dari perbuatan tersebut dalam project mereka kali ini: Hole in Holland.

Menghubungkan Permen Karet

Irwan dan Tita bermain dengan limbah permen karet yang tampak menempel permanen, sulit dibersihkan. Lingkaran berwarna kehitaman tak beraturan berserakan menghiasi luasnya permukaan lantai dan jalanan ruang publik di kota-kota besar Belanda termasuk Den Haag. Melihat situasi tersebut, duo ini berinisiatif untuk menautkan setiap titik permen karet ke permen karet lainnya, menjadi rangkaian angka dan huruf dan menawarkan kepada publik untuk memecahkan teka-teki rangkaian tersebut. Untuk urusan permen karet yang menempel dilantai, ternyata Jakarta jauh lebih baik :-) .

Organisme (Luchtalarm)

Luchtalarm dibuat pada masa perang dunia kedua untuk menginformasikan adanya serangan udara atau serangan nuklir pada era perang dingin. Untuk memastikan alat tersebut berfungsi dengan baik dan masyarakat tetap ingat dengan tanda bahaya tersebut (jika terjadi keadaan darurat atau bencana alam), maka setiap awal bulan hari Senin minggu pertama Luchtalarm akan terdengar di seluruh penjuru Belanda selama 1,5 menit.

Pada projek kali ini Irwan Ahmett, Tita Salina dan Dwi Tirtadji menciptakan permainan baru bernama ‘Organism’ yang terinspirasi dari naik turunnya suara Luchtalarm. Permainan menyehatkan ini dapat dilakukan ditempat terbuka dan sangat pas dilakukan oleh orang Belanda karena pada umumnya mereka tergila-gila dengan olah raga.

Urban Play di Jakarta

Irwan Ahmett dan Tita Salina adalah seniman dan desainer tinggal di Jakarta, ibu kota Indonesia yang menjadi pusat dari segala sesuatu di negara ini. Kondisi tersebut telah menyebabkan Jakarta tumbuh tidak terkendali. Selain munculnya pembangunan, warga dihadapkan dengan pilihan yang sulit, mereka harus hidup dengan kepahitan karena masalah sosial dan lingkungan. Duo ini memilih untuk tetap tinggal dan menciptakan beberapa kegiatan yang merangsang kesadaran akan realitas tentang kota mereka dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari rencana mereka. Karena Jakarta tidak hanya milik penguasa yang ‘memainkan’ hukum dan orang-orang saja, tetapi esensi dari sebuah kota adalah miliki hak milik setiap individu untuk memberi makna pada ruang kotanya.
Bermain berfokus pada kota ‘stres’ Jakarta – dengan populasi 15 juta orang dan masalah-masalah sosial yang tinggi diperparah oleh kelemahan negara yang kesulitan dalam mengendalikan sistemnya sehingga jauh melebihi batas dari kapasitas maksimum dan kurangnya kesadaran warga negara untuk mempertahankan kota mereka dengan baik.

Urban Play merupakan serangkaian permainan yang bertujuan untuk menjelajahi kepekaan baru yang dialami oleh masyarakat luas, dengan cara interaksi melalui main-main dan improvisasi. Singkatnya, bertujuan untuk mengungkap sisi ‘lucu’ dari sebuah kota. Pencapain kreatif dikejar melalui video, kinerja fotografi, memanfaatkan situasi dan kondisi wilayah tertentu sebagai media utama yang direspon menjadi bentuk permainan.

Permainan di desain untuk menstimulasi kemampuan merekam dan mengolah ingatan kolektif, sehingga memfasilitasi transformasi suatu masalah menjadi serangkaian wacana baru. Dalam aktifitasnya warga diundang untuk mengamati bahkan mengambil bagian dan menafsirkan dengan cara-cara sederhana sehingga mereka dapat memainkan kembali secara langsung atau bahkan dengan komunitas mereka tanpa kehadiran inisiatornya.

hacking public space and influence people

Presentasi Irwan Ahmett mengenai urban intervention, taktik dan periode perang kemerdekaan Indonesia

Beatbox Kembang Api

Sebuah ucapan Tahun Baru 2012 dari Irwan Ahmett dan Tita Salina

Balapan Buffering

Menunggu itu menjemukan!
Buffering Race merupakan sebuah aksi yang melibatkan pengemudi bersama publik/pejalan kaki. Permainan ini dilakukan dalam situasi jalanan padat dan macet. Karena kondisi jalan yang padat pengemudi menjalankan mobilnya secara perlahan sehingga pergerakan kendaraan dapat direspon oleh partisipan/publik yang berlari di trotoar. Susul menyusul antara partisipan dan mobil yang melaju tersendat menjadi ajang olah gerak yang menyenangkan. Aktifitas ini terinspirasi dari proses menunggu buffering video online di youtube. Seringkali kita harus sabar menunggu dengan melihat bagian bawah indikator video hingga garis abu-abu berjalan terlebih dahulu, lalu disusul garis merah demikian seterusnya hingga kita tuntas melihat sebuah video online.